Atap merupakan bagian penting yang harus dimiliki oleh sebuah bangunan. Atap digunakan sebagai penutup dan juga pelindung. Jika tidak ada atap maka orang akan kesulitan berlindung di sebuah rumah. Terdapat berbagai jenis atap yang bisa Anda pilih, karena memang atap terbuat dan berbagai macam material. Setiap material memiliki kelebihannya masing-masing. Ketika Anda menggunakan jasa kontruksi maka biasanya sudah sepaket dengan penggunaan waterproofing integral. Hal ini dilakukan agar bangunan lebih berkualitas.

Berikut 5 Jenis Pilihan Material Atap

Selain waterproofing integral, pemilihan material atap juga penting untuk dilakukan. Jenis material genteng sudah lama menjadi pilihan banyak orang karena membuat suasana rumah menjadi adem dan tidak menyerap panas. Hal tersebutlah yang membuat rumah menjadi sejuk. Padahal masih banyak jenis material lainnya yang juga unggul. Berikut akan dijabarkan beberapa jenis material untuk atap.

1. Atap genteng kaca.

Dengan bahan atap yang satu ini Anda bisa menghadirkan sensasi yang berbeda pada rumah Anda. Beberapa bagian di rumah bisa Anda pasang agar lebih nyaman untuk digunakan. Anda bisa mengkombinasikan bahan lain dan kaca untuk bisa menghadirkan pemandangan yang menarik. Dengan adanya atap jenis ini, maka Anda bisa langsung melihat bintang pada malam hari. Hal ini bisa memberikan Anda hiburan yang berbeda.

2. Atap asbes.

Salah satu jenis bahan atap yang sering digunakan. Namun asbes mampu menyerap sinar matahari yang terdapat diluar. Hal ini membuat rasa panas masuk ke dalam bangunan. Bahan ini memang lebih mudah dalam hal pemasangan, namun seringkali penggunaan bahan ini tidak terlalu efektif. Asbes mudah lepas jika terkena angin yang kencang. Jika Anda sering naik ke atap dan menginjaknya, maka jenis atap ini akan mudah hancur.

3. Atap aspal.

Terdapat lagi bahan baru yang bisa diolah menjadi salah satu bahan pembentuk atap. Meskipun ringan, namun jenis atap ini akan tidak mudah lepas atau terbawa angin karena terdapat sekrup khusus untuk menguncinya. Bahan ini juga dilapisi dengan anti jamur sehingga tidak mudah lapuk. Terdapat berbagai pilihan warna sesuai dengan selera.

4. Atap seng.

Konsep atap seng tidak jauh berbeda dengan menggunakan asbes. Namun jenis bahan ini tidak terlalu banyak dipilih karena memberikan dampak yang negatif. Kandungan zat yang terdapat pada atap lama kelamaan bisa mempengaruhi penasaran. Jika atap seng mendapatkan sinar matahari yang sering maka bisa membuatlah lebih cepat untuk melepaskan zat yang berbahaya untuk pernafasan banyak orang.

5. Atap sirap.

Atap ini memiliki bahan dasar berupa kayu yang dihasilkan dari pepohonan. Kayu akan diolah terlebih dahulu dengan menggunakan campuran berbagai macam bahan. Kemudian dicetak untuk menghasilkan bentuk genteng yang sesuai. Penggunaan kayu secara berlebihan bisa saja mengakibatkan pencemaran lingkungan. Sebaiknya Anda memilih jenis atap yang sesuai dengan kebutuhan dan dana yang dimiliki.

Itulah beberapa pilihan material atap yang bisa Anda pilih sesuai dengan selera dan kebutuhan Anda. Untuk melapisi atap dengan lebih baik, maka Anda harus menggunakan waterproofing membrane bakar. Dengan penggunaan lapisan ini, maka atap akan lebih awet dan tidak mudah bocor. Atap memang bekerja keras karena harus menahan hujan dan juga panas. Hal inilah yang membuat bangunan atap mudah rapuh.

Ketika Anda menggunakan jasa kontraktor, maka sejak awal bicarakan untuk menggunakan waterproofing membrane bakar. Dengan begitu maka pihak kontraktor bisa lebih mudah untuk menentukan biaya yang akan dihabiskan selama proses pembangunan.