Di dunia konstruksi nama baja ringan sudah sangat familiar. Dengan bahan carbon steel dan proses pembuatan menggunakan teknik pendinginan maksimal, sehingga membuat bobotnya menjadi ringan dan kuat. Apalagi dengan segudang kelebihan, semakin banyak yang memilihnya ketimbang kayu.

Dalam penggunaannya terdapat beberapa jenis baja, yang punya ciri khas masing-masing. Berikut ini Anda akan dibuat lebih paham tentang jenisnya, agar saat harus menggunakannya lebih tepat guna, juga dapat memberikan hasil terbaik pada bangunan.

Jenis Baja Ringan Terbaik

4 Jenis Baja Ringan

Setidaknya ada empat jenis material ini yang menjadi acuan bagi pakar konstruksi untuk menggunakannya, karena tidak semua jenis baja cocok untuk berbagai konstruksi. Penasaran? Ini informasi lengkapnya.

1 Hollow

Jenis baja ini memiliki beberapa material pembuatan, ada yang pakai besi baja, besi galvanis, atau stainless. Penggunaannya kebanyakan untuk rangka pada plafon, kanopi baik untuk bagian depan, samping maupun belakang bangunan. Selain itu juga sering dijadikan bahan pagar rumah, terutama untuk model rumah modern ataupun klasik.

Jenis ini biasanya dilapisi dengan cat khusus yang warnanya merah atau hijau, jadi sangat mudah dibedakan dengan jenis lain. Untuk ketebalannya berkisar antara 0,3 milimeter hingga 0,4 milimeter, tergantung pada kebutuhan. Harga baja ringan ini juga sangat variatif, namun tergolong murah.

2. Taso

Beda dengan hollow, baja jenis ini berbahan utama aluminium, besi, dan karbon yang dipadu menghasilkan baja dengan tekstur ringan namun tetap kuat. Kelebihan utamanya adalah sudah memiliki standar internasional, tahan terhadap korosi yang terjadi pada besi. Selain itu juga anti rayap dan tidak akan menyebarkan api.

Penggunaannya kebanyakan untuk pembuatan atap bangunan karena strukturnya yang kokoh, dengan panjang enam meter, tebal maksimal 1 milimeter dan tinggi mencapai 7,5 milimeter. Menyoal harga juga tidak terlalu mahal, makin bagus kualitasnya maka harganya akan semakin tinggi.

3. Kanal C

Diberi nama kanal C karena bentuknya seperti huruf C, dengan ukuran panjang tetap 6 meter. Sedangkan lebar tetap 75 milimeter, tingginya juga tetap yaitu 35 milimeter, dan tebal antara 0,6 milimeter sampai satu milimeter. Baja ringan ini banyak dipakai sebagai kuda-kuda, juga atap utama dari rumah atau berbagai jenis bangunan lainnya.

Untuk mendapatkannya sangat mudah, bisa memesan langsung di toko material konstruksi yang ada di dekat domisili Anda. Harganya yang sangat terjangkau menjadi salah satu alasan utama orang lebih memilih pakai baja ini, ketimbang kayu atau material konstruksi rangka lainnya.

4. Reng

Lain lagi dengan baja reng yang punya spesifikasi bentuknya seperti trapesium atau huruf w, biasanya berfungsi sebagai tumpuan untuk seng pada bagian atap rumah. Kelebihan dari baja ini adalah tahan terhadap karat dan berbagai cuaca, dengan kualitas tergantung pada tinggi dari baja ini.

Soal harga baja ringan jenis reng terbilang paling murah ketimbang jenis lain, dengan dua varian ukuran utama. Pertama adalah reng ukuran kecil dengan lebar 48 milimeter, tinggi 30 milimeter, dan ketebalan mencapai 0,6 milimeter. Sedangkan ukuran besar memiliki lebar 58 milimeter, tinggi 30 milimeter, dan tebal 0,6 milimeter.

Nah itulah informasi lengkap tentang jenisĀ baja ringan terbaik, mungkin sebelumnya banyak yang hanya tahu sepintas saja tapi sekarang tentu jadi makin paham. Apalagi kalau saat ini Anda dalam tahap membangun rumah baru yang ingin bertahan sangat lama, silahkan saja pilih baja jenis ini dan buktikan sendiri perbedaannya dibanding material lain.